BREAKING NEWS

SELAMAT DATANG KAWAN...!

SURAT

SENI DAN BUDAYA

OPINI

Rabu, 14 Oktober 2015

Ayo Menulis ……….!


Damianus Muyapa : Foto (AO/KM)
 Oleh : Damianus Muyapa 

TIMIKA,(KM)--Manusia mempunyai keterampilan-keterampilan dalam hidup. Keterampilan kadang-kadang mengatakan sama dengan talenta pada hal sangat berbeda, untuk  keterampilan bisa di pelajari dan di tiru oleh orang lain. Dan kalau talenta itu alami sehingga tidak bisa di pelajari dan di tiru oleh orang lain, hanya di miliki oleh seseorang yang punya talentanya. Namun demikian, keduanya sangat bermanfaat bagi manusia dalam hidup.

Manusia bisa di kembangkan keterampilan apa pun yang di milikinya dalam hidup untuk membangun dan mensejahterakan diri sendiri dan orang lain yang ada di sekitarnya. Salah satu contohnya adalah keterampilan menulis. Keterampilan ini  harus berlatih terus dengan penulisan secara terstruktur yaitu, Subjek, Predikat, Objek dan keterangan (SPOK), karena prediksikan lima tahun kedepan bukan jamannya untuk menfoto kopi pastekan karya atau naskah orang lain. Namun menuntut kita memiliki kreatif menulis. Bila masih ada yang menggunakan dengan metode menfoto kopi ini sangatlah ketinggalan dalam hidup. Oleh karena itu, hal-hal yang sangat tepat untuk menulis, siswa, guru, dan pemerintah  perlu di siapkan dari  sekarang ini.

1. Siswa ”Menulis” bukan menyontek dan menghafal

Siswa-Siswi selalu mengharapkan penjelasan dari guru di dalam kelas. Guru menjelaskan dan menyuruh untuk tulis di buku catatan. Sebenarnya siswa  boleh di catat tetapi jangan menyontek dan menghafal tulisan-tulisan tersebut, namun tulisan itu memahami dan mengerti dan juga tulisan itu di jadikan sebagai bahan referensi kemudian  siswa-siswi menulis sendiri dengan ide-ide dalam tulisan itu lebih bagus dari pada menyontek dan menghafal tulisan orang lain.  

2.Guru ”Menulis” bukan mentransfer 

Guru adalah pahlawan tanpa jasa. Guru mengharapkan siswa-siswi menjadi pintar, cerdas, dan sikap yang baik. Itulah tugas guru yang setia dan sejati.  Kenyataan dalam proses belajar-mengajar pada guru jaman sekarang ini bahwa guru tidak menulis sendiri namun digunakan  karya tulis  dari orang lain, itu hanya mentransfer saja. Apa lagi  mencatat di papan tulis saja tanpa penjelasannya. Dengan demikian, mana mungkin siswa-siswi menjadi pintar, cerdas, dan sikap yang baik. Tentu saja siswa-siswi terbentuk sikap menjiblak dari karya orang lain. Guru saja sikapnya begitu……oleh karena itu, guru harus menciptakan karya sendiri …… baru mengajar…. Agar siswa-siswi  menjadi pintar menulis dalam berbagai macam tulisan baik  tulisan fiksi maupun non fiksi.   

3. Pemerintah Memprogramkan Pelatihan ”Menulis” 

Pemerintah selalu menfasilitasi buku-buku paket melalui dana (Bantuan Operasional Sekolah (Bos) untuk siswa-siswi di tiap sekolah. Tetapi  lain pula pemerintah boleh mengadakan pelatihan menulis karena kebanyakan guru tidak memiliki keterampilan menulis akhirnya dalam proses-belajar mengajar  asal jalan baik artinya menfoto copi tulisan orang lain, tidak menulis sendiri.  Apakah cara yang di lakukan oleh guru seperti itu  bagi siswa-siswi bisa menjadi  pintar ? apa lagi jaman sekarang adalah jaman kreatif.  Itu kenyataan yang terjadi di dunia pendidikan di kabupaten Mimika sehingga pemerintah boleh mengontrol sekolah-sekolah agar guru-guru yang masih belum bisa menulis  dapat  di programkan untuk pelatihan menulis.

Kita ketahui bahwa jaman sekarang adalah jaman kreatif apa lagi  jaman media Massa. Baik media elektronik maupun media tertulis. Keduanya saling berperan dalam dunia tulis menulis. Kalau tidak belajar dan berlatih  menulis dari sekarang maka sangatlah sulit untuk menulis berita, poetry, drama, views, features untuk kedepan. 

Oleh karena itu, Kita harus mengambil waktu untuk menulis….menulis…..dan menulis… karena sekarang adalah jaman kreatif.

Penulis Adalah Staf Dosen STIE Amor Timika Papua (Pemerhati Pendidik

Posting Komentar

 
Copyright © 2013 ANDY OGOBAI
Powered byBlogger Templates