BREAKING NEWS

SELAMAT DATANG KAWAN...!

SURAT

SENI DAN BUDAYA

OPINI

Rabu, 14 Oktober 2015

Seruan, Knpb & Prd Timika, Akan Melakukan Dukungan Pertemuan PIF Di PNG

Seruan Aksi Dukungan Ulmwp menuju PIF : Ist

TIMIKA, (KM)— Pertemuan Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) Pasifik Island Forum (PIF) yang ke- 46 di Port Morosby Papua Nigunea (PNG), pada tanggal 07-12 september 2015 mendatang, Komite Nasional Papua Barat KNPB) sebagai media nasional Papua Barat dan Parlemen Rakyat Daerah (Prd) Wilayah Timika menyerukan akan malakukan aksi doa dan ibadah.
Dalam seruan yang diterima media online www.kabarmapega.com, malam ini, Minggu (30/08/15), Sekjen Umum KNPB, Sem Ukago, mengatakan, "kami akan melakukan dukungan penuh terhadap pimpinan PIF  akan mendorong agenda masalah papua pada pertemuan KTT di PNG.

Kata Ukago, kami tetap mendukung  (Tiga) issu West Papua yang menjadi agenda utama dalam pertemuan komite yang disampaikan oleh sekertaris jendral PIF adalah Pertama,  Masalah pelanggaran HAM di Papua Barat sejak 1960 sampai 2015. Kedua : Pembentukan Tim atau Misi pencari fakta ke Papua untuk melihat keadaan yang sesungguhnya. Ketiga: Mendorong dan mengangkat ISU Self Determination ( Hak Penentuan Nasib Sendiri bagi bangsa Papua Barat Ke Dekolonisasi.
Ini seruan yang di terima media ini 54 tahun Papua Barat dianeksasikan ke dalam NKRI sejak 1 Mei 1963, awal mulainya Pembunuhan Penindasan pemusnahan Ras melanesia di Papua Barat secara sistematis, masif dan terustruktur dilakukan oleh negara di tanah ini. Rakyat Papua Barat tidak memiliki Ruang Demokrasi untuk menyampaikan pendapat secara bebas atau mengexpresikan keinginanya sesuai dengan hati nurani. Hak politik terus dibungkam, hak ekonomi terus curi, hak sumber daya alam dimilikinya terus diexplorsi, hak tanah adat terus dirampas dan hak untuk hidup dibatasi dengan paksa menggunakan alat negara, dengan stikmanisai OPM, GPK Separatis dan KKB.
Tidak ada ruang bagi rakyat Papua Barat,untuk hidup secara bebas menikmati kekayaan yang melimpa di tanah ini. Segala bentuk dan siasat kolonial Indonesia untuk menghalangi perjuangan pembebasan West Papua merupakan bagian dari memperkokoh pendudukan kolonial Indonesia dan sebagai wujud dari praktek neo kolonialisme yang sedang berlangsung diatas tanah Papua.
Rakyat West Papua harus menolak setiap tawaran kebijakan pembangunan Indonesia di West Papua yang penuh dengan rekayasa.Bahwa tidak akan pernah ada keberhasilan pembangunan Indonesia di West Papua selama hak penentuan nasib sendiri belum terlaksana. Sebab, rakyat West Papua memiliki konsep ideologi pembangunan sendiri dalam perspektif West Papua-Melanesia. Oleh sebab itu rakyat West Papua mendesak Pemerintahan Joko Widodo untuk menghentikan kebijakan kolonialisme dan kapitalisme di teritori West Papua.
Disisi lain semakin kita ditindas dan dibunuh semaikn maju perjuangan kita. Dukungan dan solidaritas masyarakat internasional terhadap perjuagan rakyat papua untuk keluar dari penindasan dan penjajahan klonialisme Indonesia saat ini menjadi perhatian serius oleh masyarakat internasional. Kesadaran saudara saudari kita di Melanesia lebih khusus dan secara umum Negara-negara kawasan di pasifik sudah memahami atas pelanggaran HAM di Papua Barat.
“Aksi doa dan Ibadah KNPB dan PRD untuk dukungan Pertemuan KTT PIF tersebut.  akan dilakukan pada selasa 01 September 2015,  09 : 00 Wpb sampai selesai, tempat kantor KNPB dan PRD wilayah Bomberay,” tertulis dalam seruannya. (Andy O/KM)

Posting Komentar

 
Copyright © 2013 ANDY OGOBAI
Powered byBlogger Templates