BREAKING NEWS

SELAMAT DATANG KAWAN...!

SURAT

SENI DAN BUDAYA

OPINI

Berita

ROHANI

HAM

SISWA DAN MAHASISWA

TERBARU

Kamis, 13 Desember 2018

Pemkab Paniai Launching Gerakan Jumat bersih

Paniai, KABARMAPEGAA.Com-- Demi menjaga kebersihan lingkungan Pemerintahan Kabupaten  (PEMKAB) Paniai, Bupati dan Wakil bupati Paniai  Meki Nawaipa, Oktovianus Gobai, secara resmi  membuka launching "Jumat Kasih, Jumat Bersih" di lapangan karel Gobai, pada hari ini,  jumat (14/12).
Launching gerakan Jumat bersih ini ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati didampingi wakil bupati serta Kepala BPMK, dihadapan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) kabupaten Paniai. 
Nawipa  juga berharap, untuk menciptakan paniai  yang bersih dan bebas dari sampah, perlu gerakan bersama dengan melibatkan seluruh masyarakat. Salah satunya dengan gerakan Jumat bersih ini.
Pemaksimalan realisasi program ini, para ASN Pemkab Paniai bisa menjadi teladan. Agar masyarakat ikut termotivasi dan mau terlibat maksimal di dalamnya.
“ Dia menekankan para ASN harus jadi contoh, supaya kepedulian masyarakat terbangun. Kasihan wajah kota kita ini terlihat sangat kotor, malu kita dilihat orang luar. Saya harap hari ini bisa menjadi momentum kita bersama untuk membangkitkan semangat membangun kota ini," pungkasnya.
Dia Juga menghimbau, agar suluruh  masyarkat Paniai, Ketua RT, Kepala Desa, harus jaga kebersihan lingkungan dimana kita berada. Dana desa bisa manfaatkan lebih banyak membuat tempat sampah. Untuk kebersihan lingkungan dari bahaya pencemaran lingkungan untuk mencengah dampak buruk pada manusia. 
Kesempatan yang sama juga, sekertaris pribadi Wakub, Roy M. Adii, SE menyatakan,  gerakan jumat bersih ini sebenarnya sudah dari dulu lakukan, namun baru dicanangkan secara resmi saat ini. Mudah-mudahan bisa berjalan maksimal. 
"Minimal membersihkan di depan rumahnya masing-masing.  untuk membangun kebersamaan sambil berolahraga bersama, baik pejabat maupun masyarakat,” terang Roy.

Pewarta: Andy Ogobay

Rabu, 12 Desember 2018

37 Sekolah Di Timika Gelar Simulasi I UNBK

Siswa SMK Harapan Sedang mengerjakan Soal UNBK, Andy/KM
TIMIKA, KABARMAPEGAA.COM-- Untuk persiapan Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), yang akan dilaksanakan pada bulan maret 2019 nanti, sebanyak 37 sekolah se-Mimika menggerlar simulasi UNBK Tahap I. pada rabu (12/12).
Koordinator teknis (Kornis) pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Kabupaten Mimika Abraham Letsoin mengatakan, 15 SMP, 8 SMA dan 15 SMK Se-Mimika siap melaksanakan Simulasi UNBK Periode I,  dan II dalam bulan desember  mulai hari ini, Selasa (12/12) hingga Sabtu (15/12). 
Bram menjelaskan, UNBK tingkat SMP dan SMA/SMK  Kabupaten Mimika hanya diikuti 37  sekolah yang telah terdaftar sebagai peserta UNBK  Simulasi 1 tahun 2019, dengan kategori UNBK Mandiri dan Sekolah Gabung,"ujar saat rapat kordinasi persiapan UNBK di SMA 1 Mimika belum lama ini.
Dia  menerangkan, proses sinkronisasi soal merupakan tahapan pengunduhan soal ujian dari server pusat ke server tiap sekolah. Hal tersebut biasanya dilakukan beberapa hari sebelum ujian agar pada saat ujian soal sudah siap dibuka. demikian, kerahasiaan soal tetap akan terjaga karena soal hanya dapat dibuka pada saat pelaksanaan ujian.
"Simulasi kali ini mata pelajaran yang diuji cobakan ada 3 mata pelajaran, yakni Matematika, Bahasa indonesia, dan Bahasa Inggris, kecuali SMA dan SMK ada penambahan yaitu mata pelajaran kejuruan,"katanya.
Ini 15  Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang akan ikut UNBK,  terdiri dari : 1. SMPIT PERMATA PAPUA, 2. SMP YPJ TEMBAGAPURA, 3. SMP SHINING STARS, 4. SMP Negeri 2 Mimika, 5. SMP Advent Timika, 6. SMP NEGERI SENTRA PENDIDIKAN, 7. SMP NEGERI 11 MIMIKA, 8. SMP YAPIS RANTING 2 MIMIKA, 9. SMP NEGERI 8 MIMIKA, 10  SMP YAPIS CABANG MIMIKA, 11.  SMP YPMNU 12. SMP NEGERI 1 MIMIKA, 13. SMP NEGERI 5, 14. SMP KATOLIK SANTA MARIA, 15. SMP NEGERI 10
Kemudian 8 Sekolah menengah Atas (SMA) terdiri dari, 1. SMA Taruna Dharma Timika, 2. SMA ADVENT TIMIKA, 3. SMA Kristen Shining Stars, 4. SMA NEGERI 6 MIMIKA, 5. SMAN 5 SENTRA PENDIDIKAN, 6. SMA Negeri 4 Mimika/ KPG, 7. SMAS YPPK TIGA RAJA Timika, 8. SMAK SANTO IGNATIUS TIMIKA,
Sedangkan 14 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terdiri dari: 1. SMK Petra Timika, 2. SMK YPMNU BINA BAKTI WANITA, 3. SMK Negeri 2 Mmika 4. SMK AMAMAPARE TIMIKA, 5. SMK YAPIS TIMIKA, 6. SMK HARAPAN TIMIKA, 7. SMK Negeri 3 Mimika, 8. SMK PEDULI PAPUA, 9. SMK Hermon Timika, 10. SMK KATOLIK TUNAS BANGSA TIMIKA, 11. SMK TARUNA RAJAWALI, 12. SMK PELITA TIMIKA, 13. SMK NEGERI 4 MIMIKA, 14. SMK PENERBANGAN PETRA. 
Sebelumnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyatakan UNB tingkat SMP dan SMA/SMK tetap dilaksanakan pada 2019 mendatang. dikutip unbk.kemdikbud.go.id
SMK, seperti biasa, menjadi jenjang yang harus melaksanakan Ujian Nasional paling awal. Sebagaimana isi Prosedur  Operasional Standar yang dirilis BSNP akhir November silam, siswa-siswi SMK sudah harus mengikuti ujian nasional pada tanggal 25 hingga 28 Maret 2019. dengan jadwal  pada 25 - 28 Maret 2019 : UNBK SMK/MAK dan 15 - 16 April UNBK Susulan SMK/MAK.
Sedangkan untuk jadwal Ujian Nasional bagi SMA, MA, SMAK, SMTK, dan Utama Widya Pasraman dilaksanakan pada tanggal 1, 2, 4, dan 8 April 2018, baik untuk UNBK maupun UNKP. Ujian susulan diselenggarakan pada tanggal 15 dan 16 April 2018. setelah itu Ujian SMP dan Paket A, B, dan C.


Pewarta: Andy Ogobay/KM


Sumber: https://kabarmapegaa.com

Pemuda Kingmi, Diajak Untuk Menerima Yesus Putra Natal

Suasana Perayaan Natal Pemuda Kingmi, Jemaat Parousia Timika, (12/12), Andy/KM
TIMIKA, KABARMAPEGAA.COM--  Ratusan pemuda-pemudi yang tergabung dalam  Gereja Kemah Injil (KINGMI) kordinator puncak selatan menghadiri ibadah perayaan natal bersama, dipusatkan digedung gereja jemaat Parousi Timika Indah jalan Bilibis Timika, Papua


Momen Natal ini diajak untuk merenungkan kembali proses kelahiran putra natal yang telah lahir di Betlehem di kandang hina, demi kita orang berdosa. Dia (Yesus) tinggalkan istana kerajaan Sorga datang kebumi mencari orang berdosa, untuk menyelamatkan umat manusia di bumi, sehingga kita wajib menerima-nya. 

Demikian Kata, Ev. Stepanus Gobay, S.Th, dalam kotbanya, pada rabu (12/12). Dia juga menyatakan dosa adalah musuh dengan Allah, hingga melalui anak Allah yaitu Yesus kristus diutus ke bumi melalui perawan maria dan Yusuf seorang tukan kayu. Dia (Yesus) datang kebumi untuk  menyelamatkan manusia yang jatuh kedalam didosa.
kita merenungkan kembali melalui  Natal Tahun 2018 ini, kita diajak  menerima dia Yesus  sebagai putra natal dengan segenap hati  dan jiwa  yang terbuka,  "dulu di betlehem sekarang di hati kita,"ungkap  Stepanus.
Dia juga diminta untuk pemuda gereja KINGMI tinggalkan hal-hal dunia-wi yang bersifat sementara yang merugikan kita sendiri. tapi  kita bergaul  bersama Yesus dengan hal-hal yang bersifat membangun demi gereja dan masyarakat. Karena gereja saat ini, membutuhkan pemuda sebagai agen perubahan di dalam pertumbuhan gereja Kingmi. 
Stepanus juga menambahkan, kita jangan menghandalkan kehebatan kepintaran dunia, tapi harus utamakan takut kepada Tuhan, dengan segenap hati. 
"Iman tanpa perbuatan adalah mati, oleh sebab itu, kita memiliki iman, dan kepercayaan dibuktikan dengan perbuatan nyata, ditengah-tengah gereja dan masyarakat, karena "Iman" juga bisa mengalakan dunia,"Pesan Stepanus.
Kesempatan yang sama juga, Ev. Benny Kayame, S.Th, selaku Ketua Badan Pengurus Pemuda Klasis (PBBK) Timika, menjelaskan pemuda harus bangkit dan bergerak cepat untuk  mengikuti perkembangan gereja dan masyarakat dimana kita melayani.
Dia menilai Gereja saat ini, semangat untuk ibadah, persekutuan, doa,  dan pelayanan-pelayanan dalam pemuda semangat sudah menurun, disebabkan pengaruh lingkungan dalam (papua) dan pengaru luar (dunia), sehingga pemuda dan pemudi, bersatu untuk perubahan gereja, kedepan sesuai dengan Visi Kingmi  " Berubah Menjadi Kuat". 
Dia juga pesan, jaga nama baik  pibadi, keluarga, dan suku, terutama pada Gereja Kingmi, kebaikan yang kita tanam pasti kita menuai juga disorga. dia juga menambahkan pada tahun 2019 kita akan melakukan kegiatan pelayanan fisik.
Dipengujung kegiatan, ketua panitia natal, Melianus Bunai, menyampaikan dimomen yang berbahagia ini kita diwajibkan menerima Putra Natal Yesus dengan sesunggunya dihati kita.
"Tujuan kegiatan perayaan Natal BPPK adalah untuk memahami dan menghayati makna natal  sesunggunya dia lahir untuk menebus dosa umat manusia,"ujar dalam sambutan.
Kemudian dia juga menjelaskan laporan singkat terkait kegiatan sejak awal pembentukan panitia 16 oktober 2018 lalu di bentuk Jemaat  Batrera. Dia juga mengumumkan perlombahan yang dilakukan sebelum natal 2018, yaitu, Cerdas Cemat Anak (CCA), Vocal Group, Paduan Suara, Pertandingan bola Voli Putra dan Putri.


Pewarta: Andy Ogobai/KM

Sumber: https://kabarmapegaa.com

Besok Hari HAM Sedunia, KNPB Akan Gelar Aksi Damai

Salah satu aktivis KNPB membagi seruan aksi pada hari Ham sedunia 10 Desember besok, Dok/KM
TIMIKA, KABARMAPEGAA.COM—Untuk memperingati hari Hak Asasi Manusia (HAM) Jatuh pada besok 10 Desember, maka momen tersebut Komite Nasional Papua Barat (KNPB) akan Gelar Aksi Damai seluruh Papua.
HAM sedunia yang ke 70 rakyat Papua juga  bagian dari masyarakat dunia harus dan Ikut meperingati hari HAM sedunia, untuk mengingatkan kembali kepada pemerintah dan masyarakat Internasional bahwa masih ada penindasan dan pelanggaran HAM di Papua.
Demikian, Kata Ketua I KNPB Timika, Yanto Awerkian, kepada Kabarmapegaa.com, Minggu (09/12), dia menyatakan besok kami akan turun aksi damai untuk merenung dan mengingatkan papua masih ada pelanggaran ham kepada dunia.
Menurutnya Indonesia mengakui Negara Hukum dan demokrasi kepada Negara-negara di dunia terutama di Asia, Eropa dan Pasifik. tapi nyatanya Hukum itu tidak ditegakkan tidak sesuai prosedur hukumnya selalu tidak adil.
“Demokrasi, tidak ada ruang  bagi kita orang Papua, ruang demokrasi selalu dibungkam serta ditutup, oleh pemerintah Indonesia melalui (TNI/POLRI) menggunakan peralatan perang senjata lengkap,”katanya
Dia lagi, mengajak semua orang papua yang ada Timika Ingat tinggalkan semua pikiran rasa takut  dan harus berjiwa Militan berani menghadapi  Indonesia dengan cara-cara damai.
Selain dia, Juru Bicara  KNPB Pusat, Ones Suhuniap,  juga menyatakan beberapa peristiwa berdarah di Papua dikategorikan sebagai pelanggaran HAM berat, namun pemerintah mengabaikan kasus-kasus tersebut. Operasi Militer tahun 1961 sampai dengan tahun 1977 ribuan orang Papua dibunuh sampai tahun 2018.
“Kekerasan terhadap Rakyat sipil baik orang asli Papua maupun non Papua, dan pelanggaran HAM di Papua bukan kesalahan TPNPB, bukan kesalahan TNI/POLRI namun kesalahan Negara. TNI, Polisi dan rakyat sipil adalah korban dari Negara terus memelihara konflik di Papua,” ungkap ones.
Ones juga menyatakan, Pada tahun 2000 rakyat Papua melalui kongres Papua II memintah kepada pemerintah Indonesia segera meluruskan sejarah politik Papua secara tranparan namun pemerintah meresponya dengan otonomi khusus akibatnya kekerasan dipapua tak pernah berhenti.
"Akibat dari acu taka cu pemerintah Indonesia melihat akar persoalan Papua pemerintah memaksakan pembangunan insprstruktur di Papua yang tidak bermaanfaat bagi rakyat Papua,"pungkasnya.
Selain itu Knpb menilai,  pembagunan yang canangkan Jokowi rakyat Papua hanya jadi obyek bukan subyek dalam pembangunan insprstruktur di Papua disisi lain pembangunan hanya pencitraan pemerintah terhadap dunia internasional.
"Kemudian pembangunan jalan dan jembatan tersebut akan meberikan ruang kepada Inestor akibatnya berpeluang terjadinya pelanggaran HAM dan kekerasan dipapua,"Tertulis dalam seruan aski Knpb.
Pemerintah pernah berjanji untuk menjelesaikan Pelanggaran HAM seperti wasior berdara, Wamena berdarah abepura berdarah , biak berdarah dan Paniai berdarah namun sampai detik ini belum juga diselesaikan.
"4 tahun silam tepatnya 08 desember 2014, adalah genap 4 tahun paniai berdarah, sampai hari ini belum diselesaikan oleh pemerintah Indonesia"jelasnya.

Pewarta: Andy Ogobai/KM
sumber:https://kabarmapegaa.com

Meepago FC B Paksa Menyerah Ditangan Wasit


Sebelum bertanding tim Meepago FC B, Sabtu (08/11), Dok. KM
 TIMIKA, KABARMAPEGAA.COM-- Pertandingan sepak bola yang mempertemukan antara Meepago fc dan Konika Fc dalam rangka ulang tahun Danyonif ke 14, sebagai pertandingan penentuan lolos ke babak 16 besar di grub D.  Meepago Kalah ditangan Wasit, di Mayon distrik kuala Kencana Sabtu (08/12) Kemarin.
Pertandingan tersebut merupakan penentuan juara grup dan runner up, antara Meepago dan Konika, dari menit awal kedua tim saling menyerang sehingga meepago fc tertinggal lebih awal satu poin di menit 20. dari Konika lebih unggul 1-0.
Meepago berusaha untuk gol balasan, namun tidak berhasil tetapi tim Konika menggandakan gol menjadi 2-0 hingga pluit panjang tanda turun minum. Memasuki babak kedua Meepago merubah skema permainan, sehingga berhasil menggetarkan kiper Konika dari tendangan atas dari jarak jauh oleh Frans Kayeme, skor ubah menjadi 2-1.
Meepago lebih memilih menusuk ke area lawan, namun pertahanan kokoh yang dibangun dari Konika membuat lambat untuk kejar point. Pemain belakang Konika di jaga oleh Yesaya Desnan, Mantan pemain Persiwa dan beberapa mantan pemain liga 1 dan liga 2 Indonesia, serangan yang dibangun oleh Meepago sulit untuk membongkar pertahanan mereka.
Memasuki pada menit-menit akhir babak kedua, kedua kesebelasan jual beli serangan, hingga Meepago dari sisi kiri antara, Leander Butu dan Frans Kayame, terjadi pelanggar di area Konica. Bola Mati tersebut, Frans kayame mengambil untuk eksekusi tendangan bebas dan mampu menggetarkan gawang Konika sebagai gol penyeimbang 2-2.
Dari pantauan media ini, Wasit Jerry Waroi, memolor waktu tambahan sehingga terjadi gol yang kontroversi dari Konika menjadi skor 3-2, dari  Meepago fc tambah semangat lagi untuk menyamakan kedudukan dengan serangan dari sisi kanan Jerry Iyai dan Yakobus Jecky Tebai, di depan gawang Konika terjadi  handball, penalti di eksekusi oleh Frans kayame, sebagai gol ke 3 kedudukan di papan skor 3-3.
karena hari sudah mulai gelap, namun belum ada tanda-tanda selesai sehingga konica memperagakan bola bola panjang dan terjadi pelanggaran yang kontroversi yang bola back, namun wasit menunjuk tendangan pojok untuk konica, momen tersebut menghasilkan gol ke 4 konika.
Penjaga gawang, Yance Kobepa, belum siap dan wasit belum tiup pluit tanda tendangan pojok namun bola sudah di tendang dan terjadi gol. Dari sini terjadi perdebatan panjang dengan tim wasit dan panitia untuk di ulang, tapi wasit bersihkeras untuk mempertahankan keunggulan Konika dan sempat terhenti sekitar 10 menit.
Kapten Meepago dan pelati mencoba untuk meminta keadilan untuk kick pojok namun tidak bisa dan hanya di kasih waktu tambahan 10 menit untuk di lanjutkan lagi walau sudah makrib jam 6 sore.
Karena hari sudah gelap malam bola sudah tidak terlihat sehingga Konika menambah gol mengubah kedudukan 5-3. Konika memastikan lolos ke babak 16 besar.
Akhirnya Meepago menyerah ditangan wasit, Jerry Waroi, karena dengan kepemimpinan wasit kami dapat di rugikan dalam turnamen Danyonif 754 Mayon ini. Demikian kata, Pelatih Meepago,  Ambrosius Yobee S.Kom.
Nada yang sama juga  diungkap oleh  Yulius Koga S.Ip,.M.Si selaku manajer Meepago. Yulius juga pesan kepada grup Meepago fc bahwa kami tidak kalah, namun kami tidak beruntung dan sebagai pembelajaran untuk kedepan lebih mantap dan lebih siap lagi di ivent-ivent lain di kabupaten Mimika,” bebernya.

Pewarta: Andy Ogobai/KM

DPRD Mimika Terima Aspirasi Terkait Penutupan Penjualan Miras di Timika

Dewan Menerima Aspirasi Tuntutan Gerakan Mudah Anti Miras, terkait Penutupan Tempat Penjual Miras Di Timika Di Kantor DPRD Mimika, (Foto: Andy/KM)
TIMIKA, KABARMAPEGA.COM- Gerakan Muda Anti Miras (GMAM) kabupaten mimika kembali melakukan aksi damai menuntut Pemerintah dan DPRD segara menutup tempat penjualan Miras di Timika, pada rabu, (28/11/2018). di kantor DPRD Kabupaten Mimika, Jalan Cenderawah SP II Timika, Papua.
Tuntutan Aspirasi GMAM langsung diterima oleh Ketua Komisi A DPRD Mimika, Saleh Alhamid, bersama Anggota DPRD lainnya disela-sela rapat paripurna, pada intinya semua anggota DPRD mimika mendukung aspirasi rakyat, atas kepedulian kemanusiaan GMAM terkait pelarangan produksi, pengedaran dan penjualan minuman beralkohol, di tanah amungsa.
Hingga sampai saat ini,  Pemerintah Provinsi Papua  memberlakukan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 15 tahun 2013 tentang pelarangan produksi, pengedaran dan penjualan minuman beralkoho. tapi Peraturan daerah Miras masih bermasalah dan belum tegas. 
"hingga saat ini di tanah Papua belum ada satu pun peraturan daerah yang jelas tentang Miras, kecuali Manokwari. Manokwari adalah kota injil sehingga masyarat dan pemerintah sudah sepakat dilarang Miras,"ungkap Saleh.
Ketua DPR Mimika, Elminus B Mom,sesusai rapat paripurna dia mengajak kepada semua rakyat ditimika, kita semua harus sadar, jauhi dari miras, melalui miras ini  orang papua habis, "mati banyak, dia mengakui, "orang jual miras secara bebas sehingga banyak orang papua mati.
"Mom juga berjanji, akan melalukan tindaklanjut ke bupati mengambil keputusan, untuk proses mendorong  payung hukum yang jelas, agar membuat Peraturan Bupati (Perbup), supaya masalah miras ini benar-benar diatasi dengan baik ,"katanya
Dari pantauan media ini, masa aksi awalnya kumpul di timika indah sekitar pukul 10:30 waktu papua, dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian setempat. Kemudian masa mulai menggunakan roda dua dan mobil picub menuju ke Kantor DPRD mimika.
GMAM dalam orasinya mendesak pada Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Mimika dan Pemerintah Kabupaten Mimika, segara menutup tempat Penjualan Miras seperti Tokoh 66, 55, 99, 777, 333, 888 dan mencabut Surat Ijin Usaha bagi Tokoh Penjual Minuman Keras (Miras) yang tersebar diseluruh Kota Timika.
Kordinator aksi GMAM, Pendeta Deserius Adii, S.Th, membacakan pernyataan sikap yang berisi tentang larangan menjual, memproduksi, memkomsumsi Miras, karena Miras merupakan pintu masuk pemusnaan etnis ras Papua, sampai hari ini anak muda usia generasi mudah banyak yang jadi korban gara-gara miras.
Sebelumnya GMAM juga melakukan Aksi damai pada Kamis, (22/11/2018) kemarin. saat aksi semua Anggota DPRD belum ada ditempat karena ada kegiatan lain, maka GMAM hari ini kembali melakukan aksi lanjutan, untuk mendesak agar Miras benar-benar sikapi serius oleh DPR dan Pemerintah Kabupaten mimika.

Pewarta: Andy O Gobai/KM
sumber: https://kabarmapegaa.com

Gedung Gereja Katolik St. Sesilia SP 2 diresmikan

Suasana Peresmian Gedung Gereja Katolik St. Sesilia SP 2, (Foto: Andy/KM)
TIMIKA, KABARMAPEGAA.COM-- Peresmian Gedung megah Gereja Katolik St. Kuasi Santa Sesilia SP-2 yang dinaungi Paroki Katedral Tiga Raja oleh  Mgr. Jhon Philip Saklil, selaku Uskup Keuskupan Timika, laungsung pimpin ibadah Misa. di Kelurahan Timika Jaya, Distrik Mimika, Papua.
Dimulai dengan perayaan misa kudus,  dihadiri ribuan umat Katolik dari berbagai wilayah, dan juga serangkaian acara lainnya sebagai ungkapan sukacita selama 10 tahun penyelesaian pembangunannya.
pantauan langsung Kabarmapegaa.com Kamis (22/11/2018), Prosesi perarakan dimulai dari gedung gereja lama. Dimana Uskup selaku selebran utama akan didampingi puluhan imam maupun biarawan-biarawati bersama ribuan umat Katolik dan para undangan  diarak menuju lokasi  acara.
Dalam perarakan dikawal umat dari Suku Kamoro, Amungme, Dani, Damal, Nduga, Moni dan Mee serta suku-suku lain di Mimika dengan mengenakan pakaian adat, disepanjang sisi kiri dan kanan jalan. Bahkan, Uskup bersama konselebran dan umat yang ikut dalam prosesi perarakan setibanya di halaman gereja  disambut dengan tarian adat Suku Kamoro.
Selanjutnya, Uskup langsung meresmikan gereja megah tersebut ditandai dengan pengguntingan pita, menyusul pembukaan pintu utama gereja.
Dalam Kotbanya Uskup menyatakan, umat katolik harus bersatu, melayani dan bersyukur apa yang Tuhan menolong dalam Hidup, gereja ini tempat persekutu dengan menjunjung nilai kemanusiaan sesuai dengan ajaran injil membangun kesadaran adil dan damai dimana kita berada.
"Gereja adalah rumah doa dan kudus,  kita harus jaga  dengan sesunggunya begitupun kita adalah gereja, maka gereja ini bukan soal gedung,  namun iman kita yang lebih penting membangun diri kita sebagai Bait Allah,"pesanya.
Pater Amandus Rahadat selaku  Pastor Paroki Katedral Tiga Raja, dalam sambutan menyatakan  bahwa konstruksi bangunan gereja berbentuk bulat dengan atap menyerupai topi romawi atau rumah adat  Papua Honai menghabiskan anggaran Rp26 miliar. 
"Sumber dana yang diperoleh dari bantuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika senilai Rp15 miliar, serta sumbangan umat Stasi Santa Sisilia dan umat Katedral Tiga Raja Rp10 miliar,"jelasnya.
Agustinus Anggaibak, Ketua Panitia Peresmian Gereja Katolik Kuasi Santa Sisilia SP-2 mengatakan, secara resmi dibuka hari ini,  seluruh fasilitas gedung gereja dan 90 persen selesai hanya pagar dan fasilitas lain yang belum selesai. 
“ Kuasi Santa Sisilia memiliki 2000 umat,  juga kami sudah sebar  500 undangan untuk umat Paroki Gereja Katedral Tiga Raja, dan beberapa lainya untuk mengikuti kegiatan ini ,” tambah Agus.
Selain itu, khusus prosesi adat bakar batu sesuai tradisi lokal masyarakat papua,  60 ekor babi sumbangan dari masing-masing Kelompok Umat Basis (KUB), dan Umat Katolik Suku Amungme, Dani, Damal, Moni dan Suku Mee melakukan  acara bakar batu, dilokasi halaman Gereja baru tersebut.
Pewarta: Andy O Gobai/KM

sumber: https://kabarmapegaa.com
 
Copyright © 2013 Inspirasi Melalui Tulisan
Powered byBlogger Templates